Showing posts with label pacaran. Show all posts
Showing posts with label pacaran. Show all posts

Thursday, April 20, 2017

Carilah Lelaki yang Bisa Merubahmu Lebih Sholehah, Bukan Cuma Merubah Dari Single Jadi Menikah.

Carilah Lelaki yang Bisa Merubahmu Lebih Sholehah, Bukan Cuma Merubah Dari Single Jadi Menikah.

Siapa yang tidak menginginkan rumah tangga yang harmonis yang dipenuhi kebahagiaan? Maka Carilah lelaki yang bisa mengubah hidupmu menjadi lebih shalihah, bukan pria yang hanya mampu mengubah statusmu dari single jadi menikah. Tentu semua wanita mendambakannya hal tersebut.

Maka, rencanakan sejak awal. Tugas kita sebagai wanita ialah menjaga diri, memantaskan diri dan membekali diri dengan ilmu Allah.
Pria memang dapat memilih wanita yang ingin ia nikahi, tapi wanita pun juga berhak menolak lelaki yang tidak ia inginkan. Mau menerima lelaki seperti apa ialah kunci awal kehidupanmu di masa depan.

Sahabat tolongshareya, Carilah lelaki yang memang pantas menjadi imam dalam keluarga kecilmu kelak. Lelaki yang bisa menggandengmu bersama menuju surga Allah SWT.
Apakah masih tetap menginginkan “dia” yang selalu mengajakmu hura-hura? Dugem? Pacaran tiap hari? Apa yang bisa diharapkan dari lelaki seperti dia? Dia saja yang berani mengkhianati Allah, bukan tidak mungkin kamu juga akan dikhianatinya juga dikemudian hari.

Maka, mari Bangun semangat menjadi wanita cerdas untuk memilih “dia” yang sekiranya mampu menggandengmu menuju surga Allah.

Semoga kita mendapatkan jodoh yang sholeh/sholiha yang selalu di ridhoi Allah SWT,


Jika rasa tulisan ini bermanfaat, mohon di bagikan kepada yang lainnya. 


Wednesday, April 19, 2017

Jika Memang Sudah Jodoh Pasti Akan di Persatukan Juga Oleh ALLAH.


Ketika engkau mencintai seseorang, itu berarti engkau telah menjadikannya bagian dari dirimu. Dan itulah yang akan menjadi penyebab rasa sakit ketika suatu saat harus kehilangannya.

Dalam hidup ini,  kamu mungkin pernah mencintai orang yang salah dan menangis karenanya, namun yang pasti, ketika kamu menyisihkan ruang hati untuk mengambil hikmahnya, karena sesungguhnya dari pengalaman bersama mereka membantumu untuk menemukan seseorang yang tepat.

Oleh karena itu, berserah dirilah dan sandarkan hati hanya kepada Allah pemilik kehidupan agar damai bersemayam dan menghembuskan kesejukan ke berbagai penjuru rasa.



Yakinlah, di sisi manapun pasangan hidupmu saat ini berada,bila ia adalah jodohmu, maka Allah akan mempersatukanmu dengannya, jangan gusar, jangan resah berdo’a saja mohon kepada-Nya.

Ketika dirimu telah dipertemukan dengan belahan jiwa untuk menjadi kekasih halalmu, jangan lupa bersyukurlah dan luruhkan hati dalam sebaris do’a agar cinta yang ada berkekalan hingga ke akhir kehidupan dan dipertemukan kembali di Jannah-Nya.

"Yaa Allah, semaikanlah cinta di hati kami hanya untuk pasangan yang Engkau ridhai, jadikanlah rumah tangga kami sakinah, mawadah, warahmah, jauh dari segala fitnah, godaan dan gangguan, naungi dari dusta dan kecurangan, semoga senantiasa bersama tak hanya dalam indahnya dunia, namun juga dalam kedamaian syurga-Mu." Aamiin.

Monday, April 17, 2017

Sebelum Cari Manusia Untuk Bersandar, Cari Allah Dulu Untuk Bersujud.

Cari Allah Dulu Untuk Bersujud, Sebelum Cari Manusia Untuk Bersandar.

Pernah patah hati? Saat seseorang meretakkan hati kita, saat luka menghampiri sudut-sudut hati, saat kecewa mulai meninggalkan kesan di seluruh penjuru, bagaimana rasanya? 

Berapa kali kita menangis dan meronta hingga mengusik telingaNya? Berapa kali kita mengadu, tanpa tahu Dia pun sedang disakiti oleh kita.



Saat kita melakukan dosa, mungkin Allah juga sepatah hati itu. Berapa kali kita menjadi pemeran serta watak utama atas tercipta airmataNya? Kita selalu meminta agar Allah tidak melepaskan tanganNya, barangkali kita yg berlari dan membuatNya patah hati. Tapi Dia selalu disini, menunggu untuk kita kembali.



Saat kita mengirimkan pesanan rindu, tapi tidak ada balasan, lantas kita kecewa? Ya, kita pasti kecewa, karena setiap rindu pasti menginginkan sebuah 'pertemuan' untuk mengobati rindu yang tercipta. Allah itu tidak membenci kita, tapi dosa kita. Mungkin sudah cukup kita memainkan perasaanNya, jika benar kita sayang Dia.

Sebenarnya, Rindu bukan hanya perihal lama tidak bertemu, tapi juga ketika dia tidak sedang berada di sisi kita. Mungkin kini, Allah juga sedang rindu pada kita. Mungkin sudah terlalu lama Dia menunggu kata-kata atau rangkaian cerita kita dalam sebuah doa.



Doa adalah percakapan, latihan komunikasi serta pemusnah rindu kita pada dia dan Dia, secara perlahan. Bukan hanya sebelum tidur, tapi senantiasa, Dia selalu menunggu kita untuk berbicara. Bukan kata-kata manis yang dinilai, tapi isi hati. Saat kamu,kita & mereka tidak ada yg peduli dan mengerti, Dia senantiasa ada untuk mendengarkan cerita kita. Tapi nyatanya, tidak sedetik pun kita menghampiriNya.



Jangan hanya bertemu dengan Allah hanya untuk mengharapkan harapan kita disetujuiNya. Tapi, tanyalah apa yg Dia ingin lakukan dalam hidup kita. Bersyukurlah atas segala hal yang telah dilakukanNya. Berterima kasihlah kerana Dia adalah satu-satunya yg paling boleh menyayangi kita dengan luar biasa. Lagi-lagi dalam rantaian sebuah doa, bertemulah, berceritalah seperti dua insan yg saling memerlukan antara satu sama lain.


CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO

Saturday, July 02, 2016

Remaja Islam Wajib baca - Hukum Pacaran Dalam Islam

Dalam kegiatan muamalah atau interaksi kepada sesama manusia, segala perbuatan asalnya adalah boleh, hingga ada dalil yang melarangnya, maka perbuatan tersebut menjadi haram. Termasuk pacaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia karya Purwodarminto, pacaran berarti “Pergaulan antara laki-laki dan perempuan, bersuka-sukaan mencapai apa yang disenangi mereka”.


Sebagaimana yang sudah disampaikan di kata pembuka di atas, segala bentul muamalah asalnya adalah boleh, kecuali ada dalil yang melarangnya. Dalam masalah pacaran ini, ternyata bisa kita dapati bahwasannya ada dalil di dalam al-Qur’an dan hadits yang melarangnya, ayat tersebut adalah;

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Isra:32)
Sedangkan haditsnya;
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ ( رواه البخاري)
“Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta ada mahramnya”. (Muttafaq Alaihi)

Dengan dasar kedua dalil tersebut, ditambah dengan pengertian pacaran menurut KBBI, maka bisa disimpulkan bahwa secara umum, pacaran dilarang di dalam Islam.
Allah dan Rasul-Nya telah mewanti-wanti kita semua agar tidak mendekati zina. Yang dipahami oleh para ulama, bukan berarti yang dilarang hanya “mendekati”nya saja, sedangkan zinanya adalah boleh. Bukan seperti itu, akan tetapi, mendekatinya saja dilarang, apalagi perbuatannya. Kita bisa dengan mudah memahaminya dengan ilustrasi sederhananya seperti ini;
Ilustrasi
Terdapat sebuah hutan terlarang di pinggir sebuah desa yang berisi orang-orang baik, kita sebut saja hutan itu dengan nama “hutan zina”. Hutan tersebut terkenal memiliki buah yang amat nikmat, yang tidak ditemukan selain di sana. Akan tetapi, rupanya di hutan yang sama, juga ada hewan buas yang sedang kelaparan, sehingga apabila ada manusia yang masuk ke dalam hutan tersebut, tentu saja ia akan dimakan oleh binatang buas itu.
Maka, pemimpin desa yang tinggal di sekitar hutan tersebut pun memutuskan, untuk dibuat pagar berjarak 50 meter di sekeliling “hutan zina” itu. Wilayah yang dipagari tersebut dinamakan “pacaran”. Untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, warga pun bersepakat bahwasannya tidak ada yang boleh memasuki wilayah “pacaran”. Apabila ada yang ternyata terbukti ketahuan memasuki wilayah tersebut, ia akan mendapatkan hukuman.
Meski tidak setiap orang yang datang ke wilayah “pacaran” tersebut akan pergi ke “hutan zina”, akan tetapi ini adalah langkah untuk berjaga-jaga saja. Karena, mungkin saja orang yang pergi ke situ akan tergoda untuk mencicipi buah segar nan nikmat itu, sehingga ia akan masuk hutan terlarang tersebut yang berisi binatang-binatang buas.
Sekarang sudah paham mengapa Allah melarang pacaran? Sebetulnya ini demi kebaikan kita sendiri. Karena, ketika seseorang berzina, akan sangat banyak kerusakan yang terjadi. Baik itu dari fisiknya sendiri, keluarganya yang menanggung malu, anaknya yang tertular virus jika terkena hingga akhirnya hukuman yang amat berat menanti di akhirat, apabila ia tidak bertaubat. Sedangkan, perbuatan keji ini biasanya akan lebih mudah dilakukan oleh orang yang berpacaran.

Adakah “Pacaran Islami”?


Agama Islam ketika membuat sebuah larangan pastinya juga akan memberikan solusinya, termasuk dalam perkara pacaran ini. Pada ajaran agama Islam, rupanya juga dikenal istilah “pacaran islami”. Bagaimana yang dimaksud dengan “pacaran islami” ini? Berikut penjelasannya.
Pacaran islami yang dimaksud adalah pacaran yang dilakukan setelah menikah. Kembali ke pengertian pacaran menurut KBBI, “Pergaulan antara laki-laki dan perempuan, bersuka-sukaan mencapai apa yang disenangi mereka”. Apabila hal tersebut dilakukan oleh pasangan yang belum menikah, tentu saja akan dihukumi haram karena berpotensi melakukan perbuatan zina.
Sedangkan, apabila pasangan tersebut sudah “sah”, maka hukum ini tidak lagi berdosa, bahkan berpahala. Nabi Muhammad SAW mengatakan, bahwa kemesraan yang dilakukan antara suami dan istri adalah termasuk sedekah dan mendapatkan pahala;
Dari Saad bin Abi Waqosh r.a berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu.“(Mutafaqun ‘Alaih).
… Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan pahala?” Rasulullah saw. menjawab, “Bagaimana pendapat kalian jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah ia berdosa? Demikian juga jika melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)
Sehingga, apabila kita memang sudah mau dan mampu untuk menikah, segeralah lakukan. Akan tetapi, jika sudah ngebet tapi belum mampu, coba perbanyak berpuasa sunnah agar hawa nafsu lebih terjaga.